Sabtu, 10 April 2010

Tower Crane adalah suatu alat bantu yang ada hubungannya dengan akses bahan dan material konstruksi dalam suatu proyek. Bila dijabarkan lebih lanjut, fungsinya lebih dekat terhadap alat mobilisasi vertikal-horisontal yang amat sangat membantu didalam pelaksanaan pekerjaan struktur.

Visualisasinya seperti terlihat dibawah ini

Tower Crane (TC)

Tower crane 2

Mengenai proses pengadaannya, biasanya pendatangan Tower Crane ini sendiri berasal dari seorang pemborong. Dan seperti halnya seorang pemborong, tower Crane ini disewakan dengan sebuah harga yang didalamnya sudah terlingkup elemen biaya kirim (transportasi sampai ke lokasi), metode (pemasangan dan pembongkaran) serta pemulangan (transportasi sampai ke tempat nya semula).

Pemborong ini bisa jadi pemilik asli dari tower crane, atau bisa juga hanya makelar, yang mengusahakan alat tersebut tapi bukan miliknya. Pengaruhnya biasanya ke harga yang mereka (pemborong) tawarkan ke kontraktor. Umumnya kalau alat milik sendiri, harga yang ditawarkan masih relatif murah, namun kebanyakan pemborong tidak punya alat sendiri, mereka hanya semacam makelar yang dicharge sekaligus biaya pemasangan dan pembongkaran sehingga pada dasarnya harga lump sump sewanya cukup tinggi. Lump sump adalah pengertian dimana biaya ditotalkan diawal, sehingga ditengah-tengah tempo sewa, pemborong tidak berhak menambah harga sewa karena suatu hal.

Mengenai struktur atas nya, tower Crane ini terbuat dari material baja. Sebagaimana dapat dilihat, struktur tower crane ini sudah baku dan standar, dan standar ini biasanya sudah berasal dari fabrikan pembuat tower crane tersebut. Bahkan ada brosur yang memuat prinsip perencanaan dari Tower Crane tersebut, bisa dikatakan semacam manual book. Jadi kita tidak bisa merubah sesuka kita rangka-rangka/ modul tower crane tersebut.

Akan tetapi, yang bisa kita (baca: kontraktor) lakukan, terkait dengan efisiensi, adalah mendesain struktur bawahnya. Karena struktur bawah / pondasi dari Tower Crane tersebut biasanya ,meskipun sudah tertera di brosur, kita masih diperkenankan melakukan analisis untuk menghemat biaya total pelaksanaan. Sebagai catatan bahwa biasanya biaya pembuatan pondasi Tower Crane tidak termasuk dalam kontrak dengan pemborong.


Tower Crane

Kran menara (Tower crane) merupakan salah satu jenis pesawat pengangkat yang sering kali digunakan, yang fungsinya selain mengangkat juga mengangkut material atau muatan. Jenis pesawat pengangkat ini sering dipakai oleh kontraktor bangunan gedung-gedung bertingkat, pada pelabuhan, dan sebagianya.

Alat ini mempunyai berbagai kelebihan diantaranya adalah kemampuan mengangkat muatan ketempat yang tinggi dengan kapasitas yang besar, juga kemampuan angkutnya yang cukup jauh. Serta ditunjang kemampuan lengan menara untuk berputar sehingga mampu menjangkau tempat yang diinginkan tanpa menambah lintasan yang panjang.

Berdasarkan rancangannya tower crane dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu:

  • Tower crane dengan meja putar (turn table) dan bobot pengimbang (counter weight) yang terpasang pada bagian atas. tower-crane-1 Bila crane hendak dipindahkan dari satu tempat ke tempat ke tempat lainnya maka harus dipisahkan menjadi beberapa bagian, kemudian dipasang kembali pada yang baru dimana kabin operator terdapat pada bagian tengah dari tower. Crane tipe ini memiliki gerakan trolley sepanjang lengan crane (boom) yang memudahkannya mengatur penempatan beban pada tempat yang diinginkan.
  • Tower crane dengan meja putar yang dipasang pada bagian bawah, sedang mekanisme dan pengimbang dipasang diatas meja putar yang juga ikut berputar bersama tower. Hal ini memperbaiki stabilitas crane dan memudahkan perakitan serta pembongkarannya. Adapun yang dibahas dalam masalah ini adalah tower crane yang pertama yaitu jenis tower crane dengan meja putar yang dipasang pada bagian atas.

Cara kerja tower crane

a. Mekanisme Pengangkat (hoisting mechanisme).

Digunakan untuk mengangkat atau menurunkan beban yang dikehendaki.

Cara kerja mekanisme pengangkat pada tower crane adalah: motor penggerak menggerakkan atau memutar drum penggulung kabel baja yang bekerja menarik atau mengulur kabel baja. Kemudian dari drum penggulung tersebut diteruskan kesistem puli. Setelah itu kabel baja tersebut pada ujungnya dipasang kait, yang fungsinya untuk menaruh muatan yang akan dipindahkan. Apabila mau melakukan pengangkatan atau penurunan muatan maka kita tinggal menghidupkan motor penggerak yang akan memutar drum penggulung kabel baja tersebut.

b. Mekanisme Penjalan (traveling mechanisme).

Digunakan untuk memindahkan muatan (beban) sepanjang lengan crane (pengangkat) secara horizontal.

Cara kerja mekanisme gerak berjalan (trolley) pada tower crane adalah motor penggerak yang dihubungkan lengan drum penggulung kabel baja pada mekanisme berjalan yang bekerja menarik atau mengulur kabel baja yang dihubungkan dengan sistem puli yang pada ujung kabel baja tersebut disambungkan dengan trolley yang dapat bergerak sepanjang lengan pengangkat tersebut.

c. Mekanisme Pemutar (slewing mechanisme).

Digunakan untuk memindahkan beban sejauh radius lengan pengangkatannya.

Cara kerja mekanisme pemutar adalah: motor penggerak pada mekanisme pemutar yang dihubungkan dengan sistem roda gigi yang tujuanya untuk menurunkan putaran yang dihasilkan dari motor penggerak. Dari putaran yang masih tinggi dari motor pengerak menjadi putaran yang diinginkan (direncanakan). Roda gigi tersebut dihubungkan dengan meja putar yang ada pada bagian sambungan antara menara atau tiang utama dengan lengan. Apabila kita ingin mengoperasikan mekanisme putar, maka kita tinggal menghidupkan motor penggerak yang akan memutar roda gigi tersebut.

Bagian Utama Tower Crane :

  1. Rangka
  2. Kabel Baja (Ropes)
  3. Kait (Hook)
  4. Pulley (Shave)
  5. Drum penggulung kabel baja
  6. Motor Penggerak
  7. Bobot penyeimbang (Counter Weight)